Universitas: Bukan Untuk Orang Pintar, Tapi Untuk yang Tidak Kenal Menyerah

Oleh: Andi Rakhshanda Sofyan
Manufacture Engineering – Istanbul Technical University
6 Maret 2012 

Tak terasa pelajar Indonesia di Turki semakin hari semakin berkurang, ada saja yang tereliminasi tiap tahunnya. Mau itu urusan keluarga, kendala bahasa, pergaulan, dan masih banyak lagi seribu alasan lainnya. Sebagai remaja, tentu saya sempat bergalau ria melihat teman saya pergi satu persatu. Bagaimana tidak? Bahkan 2 diantara teman dekat saya disini pulang meninggalkan studinya untuk selamanya. Jadi ingat bareng-bareng pergi ke tempat kursus bahasa Turki selama satu tahun, latihan bareng untuk charity, nongkrong bareng sampai susah bareng menghadapi masa paceklik gara-gara beasiswa telat datang. Sedih sih, galau juga iya. Kalau sudah galau saya biasanya curhat ke ayah dan bunda saya. Beliau berdua benar-benar bazooka mood saya dalam belajar disini. Ayah saya yang biasanya langsung senewen kalau mendengar cerita tentang kepulangan teman-teman saya, beliau hanya takut saya juga akan mengubah pikiran say. Tapi, hari itu ayah saya memberi masukan yang luar biasa, membangkitkan semangat kuliah hingga membuat saya berpikir perlu untuk berbagi kalimat bijak ayah saya ini.

“Ingat, dimanapun kamu berada, pendidikan akan sama saja. Susahnya akan sama, apalagi tahun pertama. Coba kamu analogikan dengan anak bayi di tahun pertama mereka, mereka belum tau apa-apa, masih blo’on. Begitu juga kamu, kamu tuh masih blo’on apalagi masih 6 bulan pertama ya jadi wajar sajar kalau tidak tahu apa-apa. Jangan mudah menyerah! Ingat, universitas itu tidak diperuntukkan untuk orang-orang yang pintar, tapi orang yang tidak mengenal kata menyerah. Banyak orang-orang pintar tapi meremehkan pelajaran, sehingga tidak lulus. Ayah kan juga sudah pernah cerita bagaimana kerasnya ayah dulu semasa ngampus dulu (red: ayah saya lulusan Teknik Elektro – Universitas Indonesia), ayah sempet ingin di-drop out dulu dari kampus saking nilainya ancur, main gaplek mulu. Tapi, untung ayah sadar, malah ayah maksa dosen pembimbing ayah untuk ngasih ayah SKS yang banyak biar memacu semangat belajar. Ayah sempat malu pake baju yang ada tulisannya Universitas Indonesianya saking jeleknya nilai ayah. Pagi sampe malam ayah diperpustakaan, belajar, diskusi bareng teman, bahkan ayah sempat kalau ada yang dapet C didenda Rp 100,00. Walhasil apa? Alhamdulillah ayah lulusan kedua tercepat di jurusan ayah. Teman-teman ayah yang sempat underestimate ayah malah pada kaget, malah pada gak lulus tuh keasikan main gaplek. Semua orang itu terlahir sama, sekarang tergantung kamunya mau berusaha apa tidak? Yang paling penting sekali layar terbentang pantang mundur kebelakang! Semangat! Masa tahun pertama kuliah saja sudah loyo, apalagi menghadapi tahun pertama rumah tangga, wah.. lebih rumit itu.”

Saya tersentak dengan cerita ayah saya. Benar, memang fase terberat dalam hidup kita adalah fase tahun pertama, dimana kita bergejolak dengan semua kendala yang ada. Tapi, like old people said, if it is not happy then it is not the ending. So, jalanin aja semua yang ada di sini dengan usaha dan semangat pantang menyerah kita! Apalagi yang musti dipikirkan ketika semua biaya hidup dan sekolah kita ditanggung seluruhnya oleh pemerintah Turki, masih banyak temang-teman kita kesusahan untuk mencicipi bangku sekolah. Jadi, bersyukurlah dan ingat satu lagi! Universitas itu bukan untuk orang pintar, tapi untuk orang yang tidak kenal kata menyerah! Jadi berusaha dan bertawakal teman-teman! Ayo kita berjuang bersama-sama!

One thought on “Universitas: Bukan Untuk Orang Pintar, Tapi Untuk yang Tidak Kenal Menyerah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s