Waspada Sebelum Gempa

Oleh: Citra Chergia
Civil Engineering, Istanbul Technical University

19 Maret 2012

Berkesempatan untuk menuntut ilmu di Istanbul boleh jadi merupakan salah satu kebanggaan dan pengalaman indah bagi para pelajar dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Indonesia. Istanbul adalah kota cantik nan unik, terutama karena letaknya berada di dua benua, Eropa dan Asia. Sayangnya, letak Istanbul berdekatan dengan Patahan Anatolia Utara, salah satu zona gempa bumi paling rawan sedunia. Kota ini sudah mengalami berbagai ujian gempa semenjak berabad-abad yang lalu, bahkan di tahun 1509 gempa berhasil memancing tsunami dan membinasakan lebih dari 10.000 orang. Salah satu contoh gempa dahsyat lainnya terjadi pada tahun 1999 dan menewaskan 17.000 orang meskipun pusat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter tersebut berada di Izmit, kota yang berjarak 100 km dari Istanbul[1]. Gempa bagaikan ujian rutin (bahkan tahunan) bagi kota ini. Yang mengkhawatirkan adalah prediksi para ahli seismologi mengenai peluang Istanbul dihantam gempa sangat dahsyat dengan kekuatan 7 skala Richter atau lebih dalam kurun waktu 25 tahun, sekitar tahun 2030 [2][3]. Meskipun kota yang dulu bernama Konstantinopel ini sudah mulai diberi amunisi gedung dengan struktur tahan gempa, namun tetap saja masih banyak gedung-gedung yang sudah terlanjur dibangun dengan kekuatan struktur yang tak tahan gempa dan belum diperbaharui. Oleh karena itu, kewaspadaan akan gempa patut dipupuk sedari kini.

I. Sebelum Terjadi Gempa
A. Kunci utama

  1. Membekali diri dengan pengetahuan mengenai gempa.
  2. Memastikan bahwa struktur dan letak tempat tinggal Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa (contoh: longsor).
  3. Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan tempat tinggal Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.

 

B. Kenali lingkungan tempat Anda belajar/bekerja dan tinggal

  1. Mengidentifikasi letak pintu, lift, serta tangga darurat, supaya bila terjadi gempa, Anda sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung.
  2. Belajar melakukan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
  3. Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran.
  4. Mencatat nomor telepon penting yang dapat dihubungi bila terjadi gempa bumi.

C. Persiapan rutin di tempat Anda belajar/bekerja dan tinggal

  1. Perabotan besar dan berat (contoh: lemari) diatur menempel pada dinding (contoh: dipaku/diikat) agar tidak terjatuh atau menimpa bila terjadi gempa bumi.
  2. Menyimpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman, agar terhindar dari kebakaran.
  3. Selalu mematikan air, gas, dan listrik apabila sedang tidak digunakan.

D. Penyebab kecelakaan yang paling banyak terjadi pada saat gempa bumi adalah akibat tertimpa benda, oleh karena itu berikut adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan:

  1. Mengatur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
  2. Mengecek kestabilan benda tergantung (contoh: lampu) yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi.

E. Peralatan yang harus ada disetiap tempat

  1. Kotak P3K.
  2. Senter/lampu baterai.
  3. Alat komunikasi.
  4. Simpanan makanan dan air (untuk keadaan darurat).

 

II. Ketika Terjadi Gempa

A. Jika Anda berada di dalam bangunan

  1. Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan.
  2. Melindungi kepala dan badan Anda dari reruntuhan bangunan (contoh: bersembunyi di bawah meja yang kokoh). Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yg berlindung di bawah suatu benda yg tidak kokoh akan remuk badannya. Berusahalah jangan panik dan pikirkan tempat yang aman untuk berlindung bila terjadi gempa dari sekarang, terutama bila posisi anda dalam ruangan (rumah/tempat kerja). Bila anda berada di ruang belajar/kerja, ruangan  kosong (ruangan yg tdk dipenuhi runtuhan barang, aman untuk berlindung) yang besar dapat pula ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas. Secara sederhana saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda, namun akan menyisakan ruangan kosong. Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinan untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang berada di tempat tersebut untuk selamat dari  luka-luka.
  3. Bayi, kucing, dan anjing biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaringlah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
  4. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan  dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
  5. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Perlu anda ketahui, bila anda berada dalam hotel yang peduli dengan HSE (Health, Safety, Environment) biasanya ditempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa. Disamping itu, Doug Copp, the rescue Chief and Disaster Manager of the American Rescue Team International, mengungkapkan bahwa ketika bencana besar terjadi “segitiga kehidupan” merupakan ruangan diantara (atau disamping) benda besar adalah tempat berlindung teraman. Hal ini dikarenakan berat benda besar sekitar (contoh: meja, kursi, tempat tidur, dll) akan menahan runtuhan langit-langit dan bangunan/tembok, serta membuat tempat kecil yang akan terlindung dari jatuhnya reruntuhan.
  6. Jangan berdiri di dekat pintu. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!
  7. Jangan pernah lari melalui tangga!!! Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu  rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak. Bila gempa tersebut ringan, dan anda berada di lantai atas bangunan, maka keluarlah dari bangunan tersebut dengan menggunakan tangga darurat setelah gempa berakhir. Gempa akan bergoyang selama beberapa detik atau menit (tidak akan lama). Namun jangan menggunakan tangga darurat ketika terjadi gempa!
  8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Lebih aman lagi bila anda menyelamatkan diri ke lapangan terbuka.

B. Jika Anda berada diluar bangunan atau area terbuka

  1. Menghindari bangunan (contoh: gedung, tiang listrik) dan pohon yang ada disekitar Anda.
  2. Memperhatikan tempat Anda berpijak dengan menghindari apabila terjadi retakan tanah.

 

C. Jika Anda sedang mengendarai atau berada di dalam kendaraan

  1. Hentikan segera kendaraan Anda di tempat yang aman dan tetap berada di dalam kendaraan. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan. Ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
  2. Hindari berhenti di dekat atau di bawah bangunan, pohon, jembatan layang dan jaringan listrik.

D. Jika Anda tinggal atau berada di dekat pantai, jauhi pantai untuk menghindari terjadinya tsunami
E. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan, apabila terjadi gempa, hindari daerah yang memungkinkan terjadinya longsor.

III. Setelah Terjadi Gempa

A. Jika Anda berada di dalam bangunan

  1. Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib.
  2. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakanlah tangga biasa.
  3. Periksa apa ada yang terluka. Bila ada yang terluka, berikan P3K.
  4. Minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau orang-orang di sekitar Anda. Bila sinyal normal, gunakanlah peralatan komunikasi yang Anda miliki.

B. Periksa lingkungan sekitar Anda

  1. Periksa apabila terjadi kebakaran dan kebocoran gas.
  2. Periksa arus pendek.
  3. Periksa aliran dan pipa air.
  4. Periksa segala hal yang dapat membahayakan.
  5. Mematikan listrik dan tidak menyalakan api.

C. Jangan masuk ke bangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkinan masih dapat terjadi runtuhan
D. Jangan berjalan disekitar daerah gempa, karena kemungkinan terjadi gempa susulan masih ada
E. Mencari tau tentang informasi mengenai gempa susulan melalui alat komunikasi bila sinyal memungkinkan
F. Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi
Manusia hanya dapat berusaha, Tuhan yang menentukan, maka janganlah lupa untuk selalu berdoa.

Daftar Pustaka:
[1] Revkin, A. C. (24 February 2010). “Disaster Awaits Cities in Earthquake Zones”The New York Times.
[2] Parsons, T., Toda, S., Stein, R. S., Barka, A., Dieterich, J. H. (2000). “Heightened Odds of Large Earthquakes Near Istanbul: An Interaction-Based Probability Calculation”. Science 288 (5466): 661–5.
[3] Traynor, Ian (9 December 2006). “A Disaster Waiting to Happen – Why a Huge Earthquake Near Istanbul Seems Inevitable”The Guardian (UK).
Indonesian Meteorological and Geophysical Agency, Indonesian National Board for Disaster Management.